Entrepreneurial Mindset dan Motivasi

Rangkuman materi tentang Entrepreneurial Mindset dan Motivasi

Narasumber oleh Bapak Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME. CIRR


Pada pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai kegiatan webinar yang sebelumnya dilaksanakan pada hari selasa, 12 Oktober 2021. Adapun tema webinar itu sendiri ialah "Mewujudkan Generasi Muda Mandiri dan Berkualitas Melalui Kuliah Kewirausahaan Pemuda Kemenpora". Narasumber yang saya pilih untuk dikaji dan dirangkum pembahasannya ialah Bapak Dr. Drs. Dihin Septyanto, ME. CIRR, dalam webinar ini beliau memberikan kami kajian dengan tema "Entrepreneurial Mindset dan Motivasi"


A. Mindset

Pembahan pertama mengenai mindset, mindset dalam hal ini disebutkan sebagai keadaan pikiran, state of mind atau sikap dan attitude yang kerap kali tidak disadari. Dalam hal ini mindset berperan besar, diantaranya menerapkan mindset atau pemikiran sebelum memulai usaha mengenai apa yang akan terjadi nantinya. 


B. Kewirausahaan

Kewirausahaan dalam pengertiannya diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menciptakan hal yang baru dan berbeda. Secara singkat kewirausahaan bertujuan untuk mendorong seseorang berfikir dan bersikap kreatif juga inovatif dimana tiap orang dapat mengembangkan idenya atau memberikan inovasi baru terhadap suatu usaha sehingga mampu memberikan perbedaan atau hal baru ke khalayak dunia.


C. Wirausaha Muda

Dalam hal ini wirausaha muda diartikan sebagai pengusaha muda atau seseorang yang memiliki sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri, mampu mengelola sumber daya di sekitarnya secara kreatif untuk menciptakan nilai tambah bagi dirinya dan masyarakat secara berkelanjutan.


Adapun berdasarkan pengertian diatas dimana setiap orang berhak menjadi seorang wirausaha muda, perlu diketahui ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha muda, diantaranya adalah menerapkan mindset entrepreneur yang mendorong adanya sikap kewirausahaan sekaligus tantangan, yaitu:

  1. Pikiran disiplin dan pikiran untuk selalu komitmen.
  2. Pikiran positif, optimis dan punya visi yang besar.
  3. Pikiran untuk selalu mau belajar dan bergerak.
  4. Pikiran punya rasa tanggung jawab dan berani mengambil resiko.
  5. Pikiran untuk selalu bersikap rendah hati, sopan dan apresiatif.
  6. Pikiran yang selalu merasa bisa kerjasama dengan tim.
Beliau menjelaskan bahwa seorang entrepneur muda harus memiliki pikiran seperti yang disebutkan diatas, selain itu juga seorang wirausaha muda juga harus memiliki motivasi diri sebagai daya dorong moral yang dilakukan dengan cara yang positif. Adapun sifat lainnya yang harus dimiliki seorang wirausaha muda adalah sebagai berikut: 
  1. Sifat keberanian.
  2. Keutamaan.
  3. Keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.
  4. Mampu mengelola sumber daya di sekitarnya secara kreatif untuk menciptakan nilai tambah pada dirinya sendiri dan masyarakat secara berkelanjutan.
Menjadi jiwa yang kreatif adalah sebuah keharusan dalam berwirausaha, dimana dalam kreatifitas tersebut mampu menciptakan inovasi baru yang berguna bagi masyarakat, adapun berdasarkan sifat-sifat diatas kita terlebih dahulu harus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebelum memulai usaha, diantara berbagai hal yang mampu menumbuhkan jiwa usaha dalam diri, berikut merupakan hal-hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan jiwa usaha, yaitu:
  1. Kenali potensi diri
  2. Kenali lingkungan bisnis
  3. Optimis
  4. Niat, jujur, dan disiplin
  5. Kemauan terus belajar
Lain hal-nya dengan usaha menumbuhkan jiwa usaha dalam diri, berikut merupakan upaya yang harus dilakukan oleh setiap entrepneur dalam membuat dan mengembangkan usaha, diantaranya:
  1. Pemilihan topik bisnis dan specific target market yang sangat kuat terkait dengan noble purpose (alasan kuat mau jadi pengusaha).
  2. Ada passion (gairah, kesenangan).
  3. Tim yang handal atau kolaborasi yang serasi.
  4. Potensi mitra yang dipilih.
  5. Analisi pasar dan produk yang akan dipilih memiliki keunikan, langka, dan tidak mudah ditiru serta juga mempunyai peluang besar untuk menjadi trend.
  6. Produk atau jasa yang dibuat mempunyai ketetapan solusi atau kreatif dan inovasi.
  7. Memilih fitur maupun busness model yang berbeda dan kompetitif dengan pesaing yang ada.
  8. Pola ATM yaitu Amati, Tiru, Modifikasi.
Dalam setiap usaha yang dilakukan tentu memiliki resiko, dalam hal ini pencegahan mengenai terjadinya resiko adalah hal yang harus dilakukan oleh wirusaha muda guna menjaga kestabilan bisnis yang dijalankan, adapun pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Sebelum memulai usaha sebaiknya anda melakukan riset mengenai peluang-peluang yang ada, prospek bisnis yang tahan lama, target market, kebutuhan produk oleh masyarakat dan hambatan yang dimungkinkan muncul ditengah jalannya usaha.
  2. Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat yang anda miliki, jangan asal jualan atau mengikuti trend.
  3. Tentukan kunci sukses faktor bisnis anda, keunikan dan tidak mudah ditiru.
  4. Sesuaikan modal dan resiko yang dipakai.
  5. Kolaborasi untuk kebersamaan dan kekuatan.
Jika memang membangun bisnis sendiri terasa berat, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk turut ikut serta dalam kegiatan wirausaha dan mendapatkan penghasilan dengan jaminan resiko yang tidak terlalu besar, diantaranya:
  1. Re-seller: yaitu membeli suatu produk dari suplier kemudian dijual Kembali
  2. Drop shipper: yaitu bekerjasama dengan pemilik usaha untuk memasarkan produk yang dijual
  3. Franchise: yaitu hak khusus yang dimiliki seorang/badan usaha terhadap bisnis rangka pemasaran yang  sudah terbukti berhasil dan dimanfaatkan pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba
Kesimpulan yang dapat ditarik dari rangkuman diatas ialah kita sebagai generasi muda harus mampu berpikiran kritis dan kreatif dalam menciptakan suatu produk, dan menghadapi tantangan dengan semangat, adapun selain itu kita juga harus berani mencoba untuk merealisasikan rancangan usaha yang telah dibuat, dalam hal ini kita menjadikan proses bisnis sebagai upaya untuk maju, selain itu juga harus sabar dalam menjalankannya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------


(Bukti mengikuti kegiatan webinar)


(Bukti narasumber dan materi yang disampaikan)


(Bukti sertifikat yang didapat)




 




Komentar

Postingan Populer