Business Model Canvas Pada Usaha "Cisi Goang"
Halo semuanya! Ketemu lagi dengan aku Camila, di blog ini. Pada
kesempatan kali ini aku mau membahas mengenai Business Model Canvas atau yang
lebih dikenal sebagai BMC. Sebelum ngomongin tentang BMC, kalian tau gak sih
apa itu BMC?
Jadi, BMC adalah sebuah kerangka atau rancangan pemetaan strategis
bisnis secara menyeluruh dan dibentuk dalam sembilan kotak (blok) yang
berisikan elemen-elemen yang saling berkaitan. Adapun BMC sendiri dikembangkan
oleh konsultan bisnis dari Swiss, yaitu Alexander Osterwalder pada tahun 2010.
Menurut Osterwalder dan Pigneur sendiri, Business Model Canvas (BMC) adalah
sebuah model bisnis yang menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana sebuah
organisasi atau perusahaan menciptakan, menyerahkan, dan menangkap nilai.
Nah, untuk memudahkan kalian memahami tentang BMC, disini aku akan
menjelaskan BMC menggunakan bisnis “CISI GOANG”, Cisi Goang merupakan singkatan
dari Cilok isi Sambal Goang, bisnis ini sendiri merupakan salah satu usaha yang
berfokus dalam bidang makanan dan dapat dikonsumsi oleh seluruh usia, mulai
dari anak-anak hingga kakek dan nenek sekalipun. Bisnis Cisi goang ini di
produksi melalui olahan rumahan dan dipasarkan melalui e-commerce juga wilayah
sekitar tempat produksi (Bekasi). Keunikan dari Cisi goang ini adalah isian
dalam cilok berupa cilok dengan isian ikan bandeng, ataupun ayam yang telah
dibumbui kemudian diberikan sambal khas goang yang pedas, namun apabila
konsumen tidak ingin menggunakan sambalnya, Cisi goang masih tetap bisa
dinikmati. Cisi goang dijual dengan harga 500/ butir dan 10.000/pack dengan
isian 20 butir. Cocok disajikan kala berkumpul, adapun jika konsumen tidak
dapat mengkonsumsi ikan, maka bisnis Cisi goang menyediakan varian lainnya berupa
ayam, begitu pula sebaliknya.
Adapun langkah-langkah menyusun BMC menggunakan ide bisnis Cisi
Goang adalah sebagai berikut:
1. Menentukan Segmen Konsumen (Customer Segment)
Dalam memulai suatu bisnis atau usaha adalah menetukan segmen konsumen yang akan dijangkau, adapun sebagaimana kita ketahui bahwa dalam menjalankan bisnis, konsumen memiliki peranan penting didalamnya, tanpa adanya konsumen atau pelanggan, bisnis tidak dapat beroperasi. Dalam hal ini Cisi Goang menerapkan pelanggan yang akan di jangkau terdiri atas:
- Pelanggan dengan berbagai jenis usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tanpa perlu batas minimal penghasilan.
- Pelanggan dengan jumlah transaksi banyak maupun sedikit.
- Pelanggan dalam transaksi di e-commerce, di toko, ataupun sistem titip pada warung tertentu dan dalam bentuk reseller
2. Mencari Tahu Kelebihan yang Dimiliki (Value Proposition)
Untuk menentukan target usaha suatu bisnis, maka perlu ditentukan apa kelebihan yang dimiliki oleh bisnis yang sedang dijalankan. Adapun value proposition membahas mengenai produk atau jasa yang laku di pasaran dan selalu memiliki nilai manfaat yang unik dan unggul dibandingkan produk sejenis lainnya. Kelebihan yang dimiliki oleh “Cisi Goang” dan menjadi faktor pembeda usaha dengan pesaing ialah:
- Menyediakan varian isi cilok yang beragam
- Semua sistem produksi dikelola secara bersih, selain itu juga bekerja sama dengan pemasok bandeng ataupun ayam yang menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan tanpa pengawet.
- Harga terjangkau dengan sistem pembelian yang mudah, dapat dipesan terlebih dahulu, ataupun langsung dibeli di toko maupun e-commerce.
Pembentukan usaha ini tentu dengan pemikiran bahwa bisnis yang dilakukan haruslah memberikan dampak yang positif dalam masyarakat ataupun konsumen, maka dari itu aku menerapkan label “camilan sehat” dalam produk ini, sehingga dapat dikonsumsi secara aman tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya.
3. Mengelompokkan dan menentukan Saluran Distribusi (Channel)
Channel merupakan cara supaya bisnis yang dilakukan bisa menjangkau pasar serta dapat disampaikan kepada pelanggan dengan tepat sasaran. Dengan penggunaan saluran yang tepat, kita sebagai pelaku usaha bisa menyampaikan nilai atau manfaat dari produk yang ditawarkan sesuai dengan pasar yang dituju, dalam bisnis “Cisi Goang” ini, diterapkan beberapa channel sebagai berikut:
- Pelanggan dapat menikmati Cisi Goang di lokasi (toko), rumah dengan pembelian di toko maupun e-commerce, ataupun pembelian pada reseller yang tersedia.
- Pelanggan dapat melakukan order khusus untuk acara dengan ketentuan yang diterapkan oleh pelanggan, berupa variasi isian dan jenis sambal yang diinginkan.
Dengan menentukan segmen pelanggan berupa channel yang ingin dijangkau, maka dengan mudah untuk menentukan saluran distribusinya, juga dengan sistem promosi dan marketing yang akan dibuat.
4. Menjalin Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationship)
Langkah selanjutnya ialah mengidentifikasi usaha-usaha apa yang dilakukan perusahaan untuk berkomunikasi dan menjaga hubungan dengan pelanggannya. “Cisi Goang” melakukan promosi dan engagement dengan pelanggannya menggunakan sistem promo berupa potongan diskon setiap pembelian dengan jumlah tertentu, selain itu “Cisi Goang” ingin membuat pelanggan menjadi pelanggan setia dan menargetkan untuk melakukan pembelian kembali (repeat), maka usaha ini memberikan reward setiap pembelian 5 pack cilok, mendapatkan 1 pack gratis. “Cisi Goang” menerima komplain, kritik, dan saran, ataupun penilaian menggunakan media sosial berupa penilaian dalam e-commerce, maupun kotak kritik dan saran yang ditaruh di toko.
Penggunaan sistem diskon dinilai cukup untuk menarik minat
konsumen, terlebih harga produk juga tidak terlalu mahal dan dapat dibeli oleh
seluruh kalangan, dan sistem komplain, kritik, dan saran dilakukan guna
memperbaiki kualitas produksi untuk menjadi lebih baik.
5. Menentukan Sumber-Sumber Pendapatan (Revenue Streams)
Sumber pendapatan usaha merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam usaha, tanpa adanya hal ini, UMKM tidak akan mampu bertahan, apalagi berkembang dan menghasilkan keuntungan, maka dari itu elemen ini harus dikelola semaksumal mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara maksimal agar dapat meningkatkan pendapatan usaha. Adapun sumber pendapatan usaha “Cisi Goang” ialah:
- Pendapatan utama ialah dari penjualan cilok dengan variasi isian cilok yang beragam.
- Pendapatan tambahan didapat dari penjualan sambal tambahan yang dipisah.
- Pendapatan lainnya didapat dari permintaan pelanggan akan isian cilok dan jenis yang berbeda dengan isian dan sambal yang telah disediakan.
- Pengembangan usaha kedepannya dengan cara meluncurkan produk baru berupa makanan ringan lainnya.
Dalam hal ini jenis usaha masihlah berupa umkm kecil, maka dari itu untuk jenis pendapatan yang diperoleh hanya berupa jenis produk yang dijual dan segala hal kecil yang menyangkut di dalamnya. Berupa jenis sambal dan isian yang berbeda.
6. Menetapkan Sumber Daya Utama (Key Resources)
Pada bagian ini ialah menentukan dan mencatat sumber daya apa saja yang diperlukan oleh perusahaan atau pelaku usaha untuk dapat menjalankan key activites. Sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dan bukan milik mitra, kita perlu merencanakan setiap jenis sumber daya yang diperlukan, mulai dari bahan baku, sumber daya manusia, hingga proses operasional usaha.
- Tempat usaha atau lokasi yang sangat menentikan keberhasilan usaha.
- Keterampilan yang dimiliki untuk mengolah dan memberikan pelayanan dalam sistem produksi ataupun penyediaan layanan di toko, e-commerce, dan kepada distributor oleh sumber daya manusia.
Dengan menentukan tempat usaha yang strategis maka dengan mudah ditemukan oleh konsumen dan calon konsumen, selain itu kecakapan pegawai dapat membantu usaha atau bisnis mendapatkan image yang baik di mata publik.
7. Kegiatan Utama (Key Activities)
Dalam bagian key activities, mengacu kepada segala aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas usaha yang berkaitan dengan sebuah produk, supaya produk dengan nilai manfaat (value proposition) yang ditetapkan dapat tercipta dan hadir di pasar. Misalnya untuk Cisi Goang adalah sebagai berikut:
- Penggilingan daging ayam dan ikan.
- Pembuatan cilok.
- Kegiatan promosi per harinya.
Bagian ini membantu manajemen untuk mengidentifikasi proses yang penting dan menyisihkannya dari proses yang dirasa kurang penting dan bisa lebih diefektifkan.
8. Partner Usaha Utama (Key Partners)
Merupakan sumber daya yang diperoleh dari luar organisasi/usaha. Dalam kerjasama menunjukkan didalamnya berupa siapa saja rekan yang akan mendukung usaha supaya bisnis yang dijalanlan dapat bersaing dan menjalankan aktivitas usaha secara efektif. Tujuannya dapat berupa mengurangi risiko dalam persaingan antar pasar, mengoptimalkan hasil produksi, juga mengupayakan melakukan kegiatan usaha secara lebih optimal. Adapun dalam bisnis “Cisi Goang” supplier yang dipilih berupa:
- Supplier bandeng dengan kualitas bandeng yang terjamin dan proses produksi yang baik dan sehat.
- Supplier ayam dengan kualitas ayam yang terjamin dan proses produksi yang baik dan sehat.
- Supplier bahan baku produksi lainnya dengan kualitas yang terjamin dan proses produksi yang baik dan sehat.
- Reseller yang diberikan pengetahuan berupa produk yang dihasilkan sehingga tidak memberikan dampak buruk pada bisnis yang dijalankan.
Partner usaha yang aku pilih disini berupa para penjual ikan dan ayam lokal sehingga dapat membantu pemasukan bagi mereka, selain itu juga pemilihan reseller yang sesuai dapat membantu sistem distribusi produk semakin luas.
9. Struktur Pembiayaan Usaha (Cost Structure)
Dalam pembentukan sebuah usaha atau bisnis tentu memerlukan
perancangan biaya yang sesuai dan hati-hati. Ada pendapatan, ada juga biaya yang harus dikeluarkan. Struktur
biaya ini merupakan rincian dari faktor-faktor yang berperan membentuk biaya untuk
menunjang aktivitas usaha sehingga pada saat sudah berjalan tidak perlu bingung
akan pengeluaran yang akan dikeluarkan dalam sistem produksi, distribusi, dan
pemasarannya.
Berikut struktur biaya “Cisi Goang”
a. Bahan Baku/Mentah Cilok dan lainnya.
b. Biaya persiapan Toko: piring, mangkuk, gelas, mesin vakum plastic,
dan lain-lain.
c. Biaya karyawan.
d. Biaya Lain-lain: Listrik, Air, Gas.
e. Biaya renovasi toko dan perbaikan alat.
f. Biaya sewa toko, hal yang harus diperhitungkan karena cukup besar,
walaupun pada saat menjalankan toko pada awalnya dilokasi milik sendiri.
Nah berikut merupakan penjelasan BMC (Business Model Canva) yang
telah diterapkan dalam pengelolaan bisnis “Cisi Goang”. Dengan menuliskan dan
memikirkan 9 komponen yang ada dalam Bisnis Kanvas Model, kalian sebagai
pengusaha akan dapat bekerja dengan lebih baik, sebelum suatu bisnis
beroperasi, pada saat beroperasi guna pengawasan dan pada saat pengembangan
usaha.

Komentar
Posting Komentar