Analisis SWOT pada Usaha Ciban Goang


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

    Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu hasil budi daya ikan yang hidup di air payau atau ikan yang berasal dari tambak yang mempunyai prospek cukup baik untuk dikembangkan. Hal ini dikarenakan permintaan pasar yang cukup tinggi karena rasa dagingnya yang enak, harga yang relatif stabil serta pemeliharaannya yang mudah. Ikan bandeng merupakan bahan pangan yang mengandung gizi yang cukup dan bermanfaat bagi tubuh. Kandungan gizi ikan bandeng yaitu kadar air 70,7%; kadar abu 1,4%; protein 24,1%; lemak 0,85%; karbohidrat 2,7% (Hafiludin,2015). Ikan bandeng juga mengandung protein yang diperlukan untuk pembentukan sel otak dalam peningkatan intelegensia, mengkonsumsi ikan bandeng selain menyehatkan juga meningkatkan kemampuan otak untuk mencapai prestasi belajar optimal (Zulaihah,2006).

Pada sektor kuliner yang merupakan hasil dari pengembangan olahan bandeng belumlah banyak. Pasar yang menjajakan bentuk kuliner hanyalah berupa bandeng yang dibentuk secara umum, seperti contohnya hanya dengan ikan bandeng goreng, pepes maupun bentuk lainnya yang telah banyak dijual. Penggabungan antara cilok dengan daging bandeng dinilai sebagai solusi yang cukup solutif. Bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatannya sangatlah mudah didapat, dijual secara bebas dan luas dalam pasar. Prospek kerja ini dinilai cukup koperatif, peralatan yang digunakan tidaklah banyak dan dapat dengan mudah dicari disekitar. Selain itu, cilok merupakan jajanan pasar yang cukup populer dan disukai banyak orang. Bentuknya yang mudah untuk dibuat dengan tekstur kenyal yang lezat dirasa menjadikan cilok sebagai jajanan yang populer dan banyak dicari.

Ikan bandeng sendiri sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, dengan kandungan omega 3 sebesar 14,3% ikan bandeng menjadi ikan yang paling banyak mengandung omega 3 jika dibandingkan dengan ikan lainnya. Budidaya bandeng yang cukup mudah menjadikan bandeng sebagai sektor industri yang cukup menjanjikan. Pada pasar tradisional sekalipun dapat dengan mudah dijumpai jenis ikan ini, pengolahan bandeng yang sangatlah mudah menjadikan siapapun dapat mengonsumsi ikan ini dengan beragam cara. Bandeng memiliki banyak kandungan, dengan diantaranya adalah kalsium sebanyak 20 miligram, fosfor sebanyak 150 mg, zat besi sebanyak 2 mg, natrium sebanyak 67 mg, kalium sebanyak 271,1 mg, vitamin A sebanyak 45 mikrogram (mcg), Vitamin B1 sebanyak 0,05 mg, dan Vitamin B2 sebanyak 0,2 mg. Dengan begitu banyaknya kandungan yang dimiliki oleh Bandeng, ikan ini tentu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya adalah mencerdaskan otak, menjaga kinerja fungsi saraf, merawat kesehatan tulang dan gigi, menjaga daya tahan tubuh, menurunkan kadar kolesterol, dan mencegah anemia.

Pembuatan inovasi baru dalam industri bandeng perlu diciptakan untuk mengembangkan kreativitas masyarakat dalam pengolahan bandeng yang lebih beragam dan bermanfaat. Adapun seperti yang diketahui bahwa bandeng telah dikenal luas namun pemanfaatan bandeng dalam kreasi pengolahan makanan belumlah banyak. Sering dianggap terlalu rumit dan terkendala dalam minimnya pengetahuan akan pengolahan bandeng yang baik dan benar menjadi hambatan terbesar. Sektor industri semakin lama semakin berkembang pesat, begitu pula sektor kuliner yang memanjakan lidah, perlunya kreasi dalam penciptaan makanan baru yang lebih simpel, enak, dan yang terpenting terjangkau merupakan hal yang sering kali dicari oleh masrayakat. Dengan demikian, perubahan dalam pengolahan bandeng menjadi jenis makanan yang baru menjadi hal yang baik, selain membantu mengenalkan bandeng juga membantu kemajuan sektor kelautan dan sektor industri.

Produk yang ditawarkan oleh penulis dirasa dapat menjadi jawaban dalam kemajuan sektor industri dan sektor kelautan, penggunaan bandeng dalam pembuatan produk ini sangatlah penting dan merupakan struktur utama yang digunakan. Selain itu, pembuatan sambal goang dengan rasa yang pas di lidah orang indonesia menjadikan produk ini akan disukai, rasanya yang pedas dibalut dengan tekstur kenyal yang terasa nikmat. Cilok dan bandeng terdengar seperti kombinasi yang tidak biasa, maka dari itu penulis menggabungkan ide seperti ini dan menghasilkan produk yang disebut sebagai Ciban Goang atau Cilok Bandeng Sambal Goang dengan tujuan untuk mengenalkan jajanan baru yang tersedia dalam pasar kuliner. Adapun telah disebutkan sebelumnya bahwa produk ini dapat dengan mudah diterima pada pasar kuliner indonesia, selain dalam rasa yang sesuai, produk ini dengan mudah dibuat, peralatan yang digunakan hanya berupa alat-alat sederhana seperti sendok dan peralatan dapur lainnya, selai itu promosi yang dilakukan dapat berupa promosi menggunakan media sosial dengan konsep foto atau iklan yang terpasang, penawaran langsung pada toko atau warung-warung terdekat, ataupun dengan menjualnya langsung kepada konsumen terdekat. Cara menikmati produk ini juga sangatlah mudah, hanya perlu dikukus sebentar dan ciban goang dapat langsung dinikmati.

1.2. Rumusan masalah 

Berdasarkan penjelasan yang terdapat pada latar belakang dapat diketahui   beberapap permasalahan,yaitu sebagai berikut :

  1. Bagaimana cara membuat inovasi yang berbeda pada pengolahan bandeng?
  2. Bagaimana cara meningkatan nilai guna pada Bandeng?
  3. Mengapa perlu di dirikan usaha Cibang Goang ini dalam sektor industri?


1.3. Tujuan 

Tujuan dilaksanakan usaha Ciban Goang adalah sebagai berikut:

  1. Membuat inovasi baru pada makanan yang berbahan dasar bandeng
  2. Mengetahui cara pengelolahan Bandeng dalam pembuatan Ciban Goang.
  3. Menciptakan produk baru yang memajukan sektor perikanan dengan menggunakan SDA yang tersedia.


1.4. Luaran dan manfaat kegiatan

  1. Ciban Goang menjadi solusi cemilan yang menyehatkan.
  2. Ciban Goang menjadi solusi dalam memajukan perekonomian dalam 3 bidang sektor.
  3. Diharapkan Ciban Goang dapat menjadi contoh referensi atau rujukan bagi para pembaca yang ingin berwirausaha.


GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Prospek pengembangan Cibang Goang
    Prospek pengembangan pembuatann usaha ciban goang sebagai camilan yang siap dikonsumsi oleh banyak orang merupakan hasil produk dari inovasi terbaru pengolahan bandeng. Ciban yang merupakan cilok bandeng dipadukan dengan hadirnya sambal goang yang dibungkus terpisah menjadi solusi dari permasalahan penciptaan produk dari olahan bandeng. Harga yang ekonomis menjadi pion utama pengembangan produk ini, selain itu juga kualitas bandeng dan bahan lain yang digunakan ditakar dengan ketentuan yang sesuai juga dengan kualitas yang mendukung. Camilan ini diciptakan untuk berbagai kalangan, baik muda hingga tua sekalipun. Tujuan diciptakannya produk ini pun untuk meningkatkan nilai guna bandeng yang masih jarang ditemui dalam kehidupan masyarakat, padahal jika dibandingkan dengan ikan lainnya, bandeng merupakan ikan yang mudah untuk dibudidaya dan diolah. Produk yang penulis ciptakan diharapkan mampu mendorong perekonomian yang lebih baik dalam bidang perikanan, makanan, dan industri yang terkandung dalam ciban goang tersebut.

    Adapun analisis ekonomi usaha yang dilakukan oleh penulis berdasarkan hasil penelitian dan pencarian mengenai rencana pengembangan adalah sebagai berikut, dengan kelebihan diantaranya adalah lokasi pemasaran yang strategis, bahan pembuatan yang berkualitas, mengandung nilai gizi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, sumber daya mahasiswa potensial, harga yang terjangkau dan ramah di kantong, dan produk camilan tanpa bahan pengawet yang lebih menjamin kesehatan konsumen. Selain dilengkapi dengan kelebihan yang ada penulis juga mencari tentang kelemahan yang dimiliki oleh produk yang ditawarkan, yaitu berupa, membutuhkan modal yang tidak sedikit, kesediaan masyarakat yang kurang terhadap pentingnya mengkonsumsi cemilan yang sehat, perbedaan selera masyarakat dalam mengonsumsi jenis ikan, dan promosi yang dinilai kurang optimal.

    Dalam setiap usaha tentulah kita sebagai perintis usaha haruslah menilai peluang yang ada, maka dari itu penulis mengumpulkan peluang-peluang yang dimiliki oleh produk yang ingin diciptakan sebagai berikut, yang pertama produk ini dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan dari anak kecil hingga orang tua, dengan adanya teknologi yang dengan mudah digunakan membuat cakupan lokasi pemasaran yang cukup luas, selanjutnya yaitu jarangnya ada yang menjual produk olahan dari bandeng, dan masih sedikitnya produsen yang menghasilkan produk yang berasal dari bandeng, diantara semua itu, yang membuka peluang produk ini dapat dengan mudah diterima adalah karena harga yang terjangkau membuat produk dinilai lebih ekonomis sehingga membuka peluang lebih untuk memasarkannya dengan mudah.

    Dalam pengembangan produk, penulis menilai bahwa akan adanya ancaman yang terjadi dalam proses penjualan produk ini, diantaranya ialah, munculnya pesaing baru yang meniru konsep kami, yang kedua adalah orang yang mudah bosan karena pilihan sambal goang yang hanya satu macam, selanjutnya banyaknya pesaing yang memiliki lebih banyak variasi produk olahan dari bandeng, dan tidak lepas dari tingkat persaingan tinggi, dan yang terakhir ialah fluktuasi harga bahan baku bandeng presto yang beredar, sedang seperti yang diketahui bahwa bandeng merupakan bahan pokok yang diperlukan.
    
    Berdasarkan pertimbangan mengenai bahan dan survei yang dilakukan pada lapangan mengenai harga camilan yang beragam. Penulis memutuskan akan memasang harga Rp. 20.000,00 untuk setiap 1 bungkus kemasan, dengan berat sebesar 300 gram, didalamnya berisikan 18 ciban yang siap untuk dimasak. Penyediaan item satuan yang telah dimasak juga siap untuk dipasarkan, dibandrol harga sekitar 5.000,00/ Cup yang dipasarkan melalui ajang car free day atau bazar makanan yang tersedia dan jika kondisi belum memungkinkan maka penulis akan menawarkan pada lingkungan sekitar.
Salah satu hal yang paling penting untuk pemasaran Ciban Goang adalah pemilihan tempat yang strategis. Pemasaran yang dilakukan dalam membentuk menawarkan pada orang terdekat, penggunaan media sosial sebagai media promosi. Dari survey yang penulis lakukan, penulis memilih rumah sendiri sebagai tempat produksi dan tempat pemasaran utama, selain itu penulis juga memilih untuk menanamkan sistem titip pada warung atau toko terdekat dengan perbedaan harga jual sesuai kesepakatan. Pengikut sertaan dalam bazar atau ajang car free day juga menjadi cara dan tempat untuk melakukan promosi dan menjual produk.

    Adapun dalam 1 bulan dengan 2x produksi, Hasil dari 7 kg Bandeng Presto yang digunakan, minimal bisa menghasilkan Ciban Goang menjadi 60 bungkus dengan kapasitas maksimal mencapai 78 bungkus. Dengan perhitungan melalui harga bahan dan harga produksi, maka penulis memutusukan untuk menaruh harga pada Ciban Goang sebanyak Rp.20.000,00,-/bungkus dengan ukuran 300 gram. Dengan bentuk hasil keuntungan penjualan sebagai berikut,

Adapun dalam bentuk 4 bulan, dapat digambarkan sebagai berikut,




METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan program usaha Ciban Goang ini terdiri atas dua proses pengolahan yaitu pembuatan Ciban Goang yang berisikan mengenai persiapan alat dan bahan, pembuatan Ciban Goang, pengemasan, dan pemasaran. Diantaranya terdapat proses pembuatan Ciban Goang, dan yang paling utama kita persiapkan untuk alat dan bahan.

Untuk memperlancar proses pembuatan Ciban Goang, langkah awal yang akan kita lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan. Berikut tabel alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan Ciban Goang:

Tabel 1. Alat dan bahan pembuatan Ciban Goang




Adapun cara pembuatan cilok bandeng adalah sebagai berikut:
  1. Haluskan bawang putih, merica, dan bandeng dengan ulekan
  2. Dalam baskom campurkan tepung terigu, tapioka, garam, dan daun bawang, aduk hingga garam merata
  3. Masukkan telur, bandeng, dan bumbu halus, aduk-aduk hingga merata
  4. Masukkan air panas sedikit demi sedikit hingga adonan dapat dibentuk
  5. Didihkan air dalam panci dan tambahkan sedikit minyak agar tidak lengket
  6. Bentuk adonan cilok menjadi bulat dengan isian bandeng yang telah dibumbui, masukkan dalam air mendidih.
  7. Lakukan hingga adonan habis
  8. Rebus hingga cilok mengapung, angkat dan tiriskan
  9. Diamkan hingga mongering
  10. Setelah kering, masukkan dalam kemasan dan gunakan vacuum plastic untuk membuat kemasan kedap udara.

Selanjutnya adalah cara pembuatan sambal goang:
  1. Siapkan Cobek dan ulekan serta bahan-bahan yang diperlukan
  2. Potong cabai sebelum diulek, pastikan ukuran lebih kecil dari sebelumnya.
  3. Belah jeruk limo menjadi dua, keluarkan bijinya dari dalam jeruk
  4. Ulek semua bahan kecuali jeruk limo hingga halus
  5. Beri perasan jeruk limo pada sambal.
  6. Masukkan dalam plastik kemasan.


 
Gambar 1. Label kemasan depan Ciban Goang



Gambar 2. Label kemasan belakang Ciban Goang


    Target pasar dari Ciban Goang adalah Pasar yang terdekat. Khususnya pada mahasiswa Universitas Esa Unggul dan tetangga sekitar rumah. Ciban Goang sendiri dapat dikonsumsi oleh setiap golongan usia, sehingga target pasar bisa mencakup usia yang lebih luas. Tujuan dari dibuatnya produk ini adalah untuk mengenalkan pengolahan ikan bandeng yang lebih beragam, selai itu juga membuat inovasi baru pada makanan yang berbahan dasar bandeng, mengetahui cara pengelolahan Bandeng dalam pembuatan Ciban Goang, dan menciptakan produk baru yang memajukan sektor perikanan dengan menggunakan SDA yang tersedia.

    Proses pembuatan ciban goang dapat dilaksanakan dalam rumah, penggunaan alat yang mudah didapat menjadi alasan bahwa pembuatan ciban goang tergolong mudah, pencarian alat dan bahan dapat ditemukan secara cepat dan mudah pada pasar terdekat. Proses pembuatan ciban terbilang cukup efisien, dalam penggunaan alat peraga pun hanya sebatas sendok serta peralatan masak lainnya yang masih bisa dijangkau. Ciban goang sendiri merupakan produk berbentuk frozen food sehingga daya tahannya lebih lama, dalam suhu kulkas, ciban goang dapat bertahan hingga 9-10 hari tanpa sentuhan fisik seperti kemasan terbuka, dibiarkan dalam suhu ruangan, dan yang lainnya. 

    Adapun kegiatan yang dilakukan setiap akhir bulan adalah kegiatan evaluasi untuk menentukan hal-hal yang berkaitan dengan produk, kecacatan dalam produk dan memperbaiki aspek dalam produk. Kegiatan evaluasi berlangsung di akhir bulan. Kegiatan yang dilakukan setiap harinya adalah mediasi promosi produk, dikarenakan keadaan yang tidak memungkinkan untuk melakukan promosi face to face maka mediasi promosi dapat dilakukan melalui sosial media, atau endorsement terhadap selebgram, atau seseorang yang memiliki viewer yang cukup banyak dalam sosial media. 

Gambar 3. 4 Tahapan Pelaksanaan Usaha



ANALISIS SWOT

2.1. Analisis SWOT
    Analisis SWOT adalah “analisis masalah terhadap kegiatan penting yang sama pentingnya dengan proses pengambilan keputusan itu sendiri”, (Hendro, 2011: 289). Sedangkan menurut Jeff (2007: 329), “analisis SWOT untuk menilai kekuatannya sendiri (seperti misalnya harga lebih murah mutu lebih bagus) dan kelemahan-kelemahan, sekaligus juga peluang-peluang eksternal dan ancaman-ancaman yang dihadapinya”. SWOT sendiri adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunity, and Threats.Definisi Strength, Weakness, Opportunity, and Threats. Menurut Hendro (2011: 289), SWOT adalah :
  1. Strength adalah kekuatan, keuntungan atau keunggulan dari informasi yang didapat secara riset dan trial.
  2. Weakness adalah kelemahan atau kesulitan dari masalah tersebut.
  3. Opportunity adalah peluang kesempatan, atau inspirasi dari hasil riset dan trial yang telah dilakukan.
  4. Threats adalah ancaman kesulitan, atau hambatan yang akan terjadi dari hasil riset dan trial.
    Analisis akan SWOT sendiri dilakukan dengan mengumpulkan data, baik data berbentuk hasil riset lapangan, mapun hasil wawancara. Dalam analisis SWOT kali ini saya menggunakan data hasil riset lapangan, dimana di dalamnya saya melakukan pengecekan terhadap keadaan pasar, lingkungan, serta strategisitas lokasi usaha.

2.2 Analasisis Ekonomi Usaha
Analisis ekonomi usaha dari produk Ciban Goang meliputi analisis SWOT, yaitu :
a. Strength (Kelebihan)
  1. Lokasi pemasaran yang strategis.
  2. Bahan pembuatan yang berkualitas.
  3. Mengandung nilai gizi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.
  4. Sumber daya mahasiswa potensial.
  5. Harga yang terjangkau dan ramah di kantong.
  6. Produk camilan tanpa bahan pengawet yang lebih menjamin kesehatan konsumen.
b. Weakness (Kelemahan)
  1. Membutuhkan modal yang tidak sedikit.
  2. Pengetahuan masyarakat yang kurang terhadap pentingnya mengkonsumsi cemilan yang sehat.
  3. Perbedaan selera masyarakat dalam mengonsumsi jenis ikan.
  4. Promosi kurang optimal

c. Opportunity (peluang) 
  1. Produk ini dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan dari anak kecil hingga orang tua.
  2. Cakupan lokasi pemasaran yang cukup luas.
  3. Jarang ada yang menjual produk olahan dari bandeng.
  4. Masih sedikitnya produsen yang menghasilkan produk yang berasal dari bandeng.
  5. Harga yang terjangkau membuat produk dinilai lebih ekonomis sehingga membuka peluang lebih untuk memasarkannya dengan mudah.

d. Threat (Ancaman)
  1. Munculnya pesaing baru yang meniru konsep kami.
  2. Pilihan saus goang yang hanya satu macam.
  3. Pesaing memiliki banyak variasi produk olahan dari bandeng.
  4. Tingkat persaingan tinggi.
  5. Fluktuasi harga bahan baku bandeng presto yang beredar.

2.3. Harga
    Berdasarkan pertimbangan mengenai bahan dan survei yang dilakukan pada lapangan mengenai harga camilan yang beragam. Penulis memutuskan akan memasang harga Rp. 20.000,00 untuk setiap 1 bungkus kemasan, dengan berat sebesar 300 gram, didalamnya berisikan 18 ciban yang siap untuk dimasak. Penyediaan item satuan yang telah dimasak juga siap untuk dipasarkan, dibandrol harga sekitar 5.000,00/ Cup yang dipasarkan melalui ajang car free day atau bazar makanan yang tersedia.

2.4. Tempat
    Salah satu hal yang paling penting untuk pemasaran Ciban Goang adalah pemilihan tempat yang strategis. Pemasaran yang dilakukan dalam membentuk menawarkan pada orang terdekat, penggunaan media sosial sebagai media promosi. Dari survey yang penulis lakukan, penulis memilih rumah sendiri sebagai tempat produksi dan tempat pemasaran utama, selain itu penulis juga memilih untuk menanamkan sistem titip pada warung atau toko terdekat dengan perbedaan harga jual sesuai kesepakatan. Pengikut sertaan dalam bazar atau ajang car free day juga menjadi cara dan tempat untuk melakukan promosi dan menjual produk.



Gambar 4. Analisa SWOT Usaha Ciban Goang

2.5 Strategi SWOT
a.    Strategi SO
  1. Meningkatkan pemasaran dengan melakukan strategi pemasaran berbasis online.
  2. Menggunakan sistem ads melalui penjualan online shingga dapat menjangkau konsumen yang lebih besar.
b.    Strategi WO
  1. Mengoptimalkan sistem pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi yang telah berkembang pesat.
  2. Meningkatkan kualitas dan ciri khas produk.
  3. Mencari solusi alternatif dengan menggunakan jenis ikan lainnya sehingga penyediaan variasi lebih variatif.
c. Strategi ST
  1. Selalu melakukan survei harga pasar mengenai jenis produk yang sejenis sebagai acuan harga jual produk.
  2. Menyediakan variasi produk lainnya dengan melakukan riset pasar terhadap produk sejenis.
d. Strategi WT
  1. Memperluas jaringan pemasaran.
  2. Memberikan penawaran menarik terhadap produk yang dijual dengan menggunakan skema harga yang lebih rendah dari pesaing.
  3. Melakukan uji coba pasar dalam penawaran menarik berupa diskon atau sistem BOGOF (Buy One Get One Free)










Komentar

Postingan Populer